Kasus pengadaan Chromebook kembali bikin geger setelah jaksa nanya langsung ke saksi soal alasan pengembalian uang Rp 5,1 miliar.
Saksi yang dipanggil sempat terlihat gugup saat dimintai keterangan soal transaksi yang dianggap mencurigakan ini. Pertanyaan jaksa bikin suasana persidangan tegang, karena menyentil soal keputusan-keputusan yang diambil sebelumnya oleh pihak terkait pengadaan.
Saksi mengaku saat itu merasa terpaksa ikut proses pengembalian. Ia bilang takut kalau tidak ikut arahan, bakal kena masalah lebih besar.
Kesannya seperti berada di tengah dilema antara mengikuti perintah atau menanggung risiko sendiri. Jaksa terus gali alasan di balik pengembalian uang tersebut, karena nilai yang cukup besar bikin kasus ini jadi sorotan publik.
Temukan rangkuman informasi menarik tentang rakyat lainnya di bawah ini yang dapat memperluas wawasan Anda hanya di KDMP Rubaya.
Saksi Ngaku Takut Saat Dipanggil
Waktu ditanya, saksi bilang kalau dia ngerasa takut. Katanya, situasinya ribet banget, semua orang kayak ngawasin gerak-geriknya. Saksi juga cerita kalau dia nggak punya pilihan selain nurut sama arahan yang ada.
Udah gitu, dia bilang kalau takut salah ngomong nanti bisa berabe buat dirinya sendiri. Suasana makin panas karena semua orang di ruang sidang fokus ngeliatin reaksi saksi setiap kali jawab pertanyaan jaksa.
Di depan hakim, saksi terlihat agak kaku dan ragu menjawab beberapa pertanyaan. Ia bilang kalau semua yang terjadi saat pengembalian uang itu bikin dirinya nggak nyaman, bahkan sempat mikir untuk mundur dari keterlibatan.
Takut jadi salah satu alasan utama kenapa saksi ikut arahan pengembalian tanpa banyak protes. Suasana ini bikin persidangan terasa tegang, karena jaksa terus mendesak keterangan soal langkah-langkah yang diambil.
Saksi juga sempat menyebut bahwa tekanan dari pihak atasan membuat ia merasa nggak punya pilihan lain. Ia bilang seolah harus ikut arahan biar aman.
Beberapa kali hakim mencoba buat saksi lebih tenang, tapi rasa takut tetap kelihatan di ekspresi wajahnya. Kasus pengembalian Rp 5,1 miliar ini jadi makin panas karena publik penasaran kenapa prosedur pengembalian bisa terjadi begitu cepat tanpa banyak pertanyaan sebelumnya.
Jaksa Gali Alasan Pengembalian Uang
Jaksa nggak main-main. Semua pertanyaan diarahkan buat bikin jelas alur duit Rp 5,1 miliar itu. Dia nanya soal siapa yang minta dikembalikan, proses baliknya gimana, dan siapa aja yang terlibat.
Saksi beberapa kali keliatan bingung, kadang ragu mau jawab. Banyak orang bilang cara jaksa nanya bikin saksi makin tegang, tapi jaksa bilang itu wajar supaya fakta kasus kelihatan jelas.
Pertanyaan jaksa nggak cuma soal nominal uang, tapi juga proses kenapa harus dikembalikan. Saksi ditanyain kenapa nggak ada upaya klarifikasi sebelum uang balik, apa ada tekanan dari pihak tertentu, dan siapa saja yang terlibat dalam keputusan itu.
Suasana makin panas karena jawaban saksi terlihat ragu-ragu dan beberapa kali mengulang kata “takut” sebagai alasan utama.
Pengadilan jadi tempat saksi menyampaikan semua rasa was-was yang dirasain saat kejadian. Jaksa bilang kalau keterangan saksi penting buat menelusuri alur pengembalian uang. Ini juga bagian dari usaha buat ngerti sejauh mana prosedur dilanggar atau keputusan diambil tanpa dasar kuat.
Baca Juga: Kepala BPKAD OKU Hadapi Sidang Dugaan Korupsi Dana Pokir Rp 45 M
Suasana Sidang yang Tegang
Sidang Chromebook kali ini nggak kayak sidang biasanya. Banyak wartawan, banyak pihak terkait, bikin ruang sidang penuh sama suara bisik-bisik.
Saksi beberapa kali terlihat gelisah, bahkan sempat menunduk lama waktu jawab pertanyaan sulit. Beberapa orang di ruang sidang sampe bilang kalau atmosfernya bener-bener bikin orang takut buka suara. Sementara jaksa tetap fokus sama pertanyaan yang diarahkan supaya aliran duit terlihat jelas.
Kasus Chromebook ini bikin orang-orang penasaran karena nilai uang yang dikembalikan gede banget. Banyak yang penasaran apa memang prosedur standar atau ada pengaruh tertentu sampai uang Rp 5,1 miliar bisa balik.
Persidangan jadi ramai karena media terus liput saksi yang ketakutan itu. Beberapa pengamat bilang kalau kondisi saksi nunjukin bahwa tekanan di internal pengadaan cukup tinggi.
Saksi beberapa kali bilang kalau dirinya nggak nyaman ikut prosedur pengembalian tapi nggak bisa nolak. Perasaan takut ini jadi inti jawaban saksi dan bikin jaksa terus gali detailnya.
Publik jadi bisa lihat kalau kasus ini nggak cuma soal nominal uang, tapi juga soal tekanan kerja dan keputusan yang harus diambil di tengah situasi sulit.
Cerita Uang Rp 5,1 Miliar
Inti masalahnya tetap soal Rp 5,1 miliar itu. Uang itu awalnya buat beli Chromebook, tapi cara penggunaannya bikin pertanyaan banyak muncul. Jaksa pengen tahu siapa yang akhirnya pegang duit itu, kenapa balik, dan apakah prosesnya sesuai aturan atau nggak.
Saksi beberapa kali bilang kalau dia nggak ngerti semua detail, tapi berusaha jawab sebisa mungkin. Semua jawaban saksi dicatat buat nanti dianalisis, supaya jalannya kasus nggak ada yang terlewat.
Saksi di persidangan ini berhasil nunjukin kalau pengembalian uang Rp 5,1 miliar nggak semudah kelihatannya. Ketakutan dan tekanan bikin keputusan terjadi cepat.
Jaksa terus tekan buat dapetin jawaban yang jelas, tapi saksi tetap mengulang alasan takut sebagai dasar keputusan. Persidangan ini nunjukin kalau kasus pengadaan Chromebook nggak cuma soal uang besar, tapi juga soal situasi yang bikin orang berpikir dua kali sebelum ambil keputusan.
Terus update dirimu dengan informasi menarik setiap hari, eksklusif dan terpercaya di NASIB RAKYAT.
Sumber Informasi Gambar:
- Gambar Pertama dari detik.com
- Gambar Kedua dari news.detik.com