Dalam rapat koordinasi di Banda Aceh, KSAD Maruli Simanjuntak melaporkan progres pembangunan jembatan darurat pascabencana Sumatera satgas.
Di hadapan pimpinan DPR, Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa, dan Mendagri Tito Karnavian, Maruli secara terang-terangan menyoroti fakta bahwa pembangunan jembatan-jembatan ini masih didanai secara swadaya. Berikut ini, KDMP Rubaya akan menjadi “colekan” halus kepada pihak terkait mengenai sistem pendanaan yang ada.
Progres Pembangunan Jembatan Darurat Dan Tantangannya
KSAD Jenderal TNI Maruli Simanjuntak, yang juga menjabat sebagai Kasatgas Darurat Jembatan, menjelaskan progres pembangunan jembatan di wilayah pascabencana Sumatera. Ia mengungkapkan bahwa timnya harus melalui proses yang cukup panjang, dimulai dari survei lokasi untuk menentukan jenis jembatan yang paling sesuai.
Proses survei ini krusial karena kondisi geografis setiap lokasi bencana berbeda-beda. Penentuan jenis jembatan, apakah itu jembatan bailey, armco, atau perintis/gantung, sangat bergantung pada hasil analisis lapangan. Hal ini memastikan solusi yang efektif dan tahan lama.
Setelah survei, tantangan berikutnya adalah pengadaan dan pengiriman material jembatan dari Jakarta ke Aceh. Maruli menyoroti hambatan di jalanan yang menyebabkan keterlambatan. Bahkan ada material yang tertahan hingga satu minggu, menunggu penyelesaian logistik, memperlambat proses pengerjaan.
Kendala Pengadaan Dan Keterbatasan Stok
Maruli juga menyampaikan bahwa Presiden Prabowo Subianto memiliki rencana untuk membeli jembatan bailey dari luar negeri. Namun, pencarian jembatan bailey siap angkut sangat sulit, karena hampir tidak ada negara yang memiliki stok yang mencukupi untuk langsung dikirim.
Kondisi ini mengharuskan pengumpulan jembatan bailey dari beberapa negara untuk dapat memenuhi kebutuhan di lokasi bencana. Ini menunjukkan skala tantangan dalam pengadaan material esensial pascabencana yang memerlukan koordinasi lintas negara dan upaya ekstra.
Meskipun demikian, pihaknya telah mengerahkan 22 jembatan bailey ke seluruh lokasi bencana, ditambah 14 jembatan dari Kementerian Pekerjaan Umum (PU). Maruli merasa beruntung jika masih bisa mendapatkan pasokan di Medan, karena lebih efisien daripada harus mengambil dari Jakarta.
Baca Juga: Geger! Pilkada Dipilih DPRD Kembali Mencuat, Komisi II DPR RI Buka Pintu, Konstitusi Tak Melarang!
Persoalan Pendanaan, Swadaya VS Sistem Keuangan
Secara terbuka, Maruli Simanjuntak mengungkit masalah biaya pembelian jembatan. Ia menyampaikan kepada pimpinan rapat bahwa hingga saat ini, pihaknya belum memahami sistem keuangan untuk penanganan bencana ini. Semuanya masih berjalan secara swadaya.
Situasi ini menimbulkan pertanyaan besar mengenai alokasi anggaran dan mekanisme pendanaan darurat. Ia menyatakan bahwa mereka mungkin masih bisa bertahan secara swadaya hingga pertengahan bulan depan, namun setelah itu akan mengalami kesulitan finansial yang serius.
Maruli menduga bahwa keterbatasan pengetahuan mengenai prosedur keuangan mungkin menjadi penyebabnya. Ia menyebutkan bahwa sebelumnya, mereka hanya diberikan “uang kerja,” menyiratkan kurangnya dukungan finansial yang terstruktur dan memadai untuk skala penanganan bencana sebesar ini.
Harapan Akan Sistem Pendanaan Yang Lebih Jelas
Pernyataan KSAD Maruli Simanjuntak ini merupakan sinyal kuat tentang kebutuhan akan sistem pendanaan yang lebih transparan dan terstruktur dalam penanganan bencana. Mengandalkan swadaya dalam jangka panjang bukanlah solusi berkelanjutan.
Pihak terkait, termasuk DPR dan Kementerian Keuangan, diharapkan dapat menindaklanjuti “colekan” ini dengan merumuskan mekanisme pendanaan yang jelas dan responsif. Ini akan memastikan bahwa upaya pemulihan pascabencana dapat berjalan lancar tanpa hambatan finansial.
Dengan sistem keuangan yang memadai, Satgas Darurat Jembatan dapat bekerja lebih efektif dan efisien, tanpa perlu mengkhawatirkan ketersediaan dana. Kesiapan finansial adalah kunci untuk mempercepat proses pemulihan dan meringankan beban masyarakat terdampak bencana.
Jangan lewatkan update berita seputaran KDMP Rubaya serta berbagai informasi menarik lainnya yang akan memperluas wawasan Anda.
- Gambar Utama dari news.detik.com
- Gambar Kedua dari voi.id