Anggota DPR RI Selly Andriani menekankan pentingnya mengubah paradigma penanggulangan bencana di Indonesia dari respons darurat ke mitigasi preventif.
Indonesia, negeri yang dikenal sebagai “supermarket bencana”, masih terpaku pada pola penanganan darurat. Anggota Komisi VIII DPR RI, Selly Andriani Gantina, menekankan pentingnya perubahan mendasar dalam penanggulangan bencana. Ini bukan sekadar respons cepat, tetapi juga upaya pencegahan sebelum bencana terjadi.
Temukan rangkuman informasi menarik dan terpercaya lainnya di bawah ini yang dapat memperluas wawasan Anda hanya di KDMP Rubaya.
Pergeseran Paradigma Penanggulangan Bencana
Selly Andriani Gantina menegaskan urgensi perubahan paradigma dari fokus kedaruratan menuju tindakan preventif dan mitigasi bencana. Pernyataan ini disampaikan usai kunjungan kerja Komisi VIII DPR RI ke Kantor Bupati Sleman, Yogyakarta, pada Kamis (22/1/2026), yang berfokus pada pengawasan kebencanaan.
Perubahan paradigma ini dianggap krusial mengingat Indonesia memiliki tingkat kerawanan bencana yang sangat tinggi. Karakteristik geografis negara kita yang rentan terhadap berbagai jenis bencana menuntut pendekatan yang lebih proaktif dan berkelanjutan.
Selama ini, kebijakan pemerintah, baik pusat maupun daerah, cenderung didominasi oleh pola pikir tanggap darurat, yang berarti tindakan baru dilakukan setelah bencana terjadi. Ini mengakibatkan anggaran bencana lebih banyak terserap untuk penanganan pascabencana, bukan untuk pencegahan.
Mitigasi Sebagai Prioritas Utama
Selly menyoroti bahwa pola pikir kedaruratan saat ini tidak sejalan dengan realitas geografis Indonesia yang sering dijuluki “supermarket bencana”. Oleh karena itu, langkah antisipasi dan pencegahan seharusnya menjadi prioritas utama dalam kebijakan penanggulangan bencana.
Mitigasi bencana mencakup berbagai aspek yang luas, mulai dari perlindungan ekologi yang krusial hingga pengendalian tata ruang yang efektif. Edukasi masyarakat juga menjadi komponen penting untuk meningkatkan kesadaran dan kesiapan dalam menghadapi potensi bencana.
Selain itu, kesiapan psikologis korban bencana juga menjadi bagian tak terpisahkan dari mitigasi komprehensif. Kerusakan lingkungan akibat aktivitas pertambangan dan perubahan tata ruang yang tidak terkendali juga harus diantisipasi sejak dini sebagai pemicu bencana.
Kesiapan Logistik Dan Pendanaan Kuat
Selly juga menyoroti pentingnya kesiapan logistik yang terencana dengan baik. Menurutnya, pemerintah tidak seharusnya selalu mengirimkan bantuan dari pusat saat bencana melanda, karena hal ini justru dapat memicu kepanikan dan menelan biaya besar yang tidak efisien.
Gudang-gudang logistik seharusnya sudah disiapkan di daerah-daerah rawan bencana. Dengan demikian, ketika bencana terjadi, bantuan logistik sudah tersedia di lokasi, tidak perlu menunggu kiriman dari ibu kota, yang akan mempercepat respons dan mengurangi dampak.
Penguatan skema pendanaan, termasuk wacana dana abadi kebencanaan, didorong dalam revisi UU. Jika anggaran jelas dan pola pikir bergeser ke mitigasi, Indonesia dapat mengantisipasi bencana dengan jauh lebih baik, meminimalkan kerugian dan dampak negatif.
Revisi Undang-Undang Penanggulangan Bencana
Perubahan paradigma ini akan menjadi salah satu fokus utama dalam Revisi Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2007 tentang Penanggulangan Bencana. Undang-undang ini dinilai sudah tidak relevan dengan kondisi kebencanaan saat ini, baik dari sisi kelembagaan maupun pendanaan.
Komisi VIII DPR RI akan memprioritaskan revisi undang-undang ini setelah menyelesaikan pembahasan undang-undang haji. Revisi ini bertujuan untuk menciptakan kerangka hukum yang lebih adaptif dan responsif terhadap tantangan bencana modern di Indonesia.
Dalam revisi tersebut, DPR juga mendorong penguatan peran BNPB sebagai koordinator lintas kelembagaan untuk memastikan efektivitas penanggulangan bencana. Ini termasuk pembahasan mekanisme pendanaan yang lebih kuat dan berkelanjutan, seperti dana abadi kebencanaan.
Jangan lewatkan update berita seputaran KDMP Rubaya serta berbagai informasi menarik lainnya yang akan memperluas wawasan Anda.
- Gambar Utama dari halosemarang.id
- Gambar Kedua dari bencana-kesehatan.net