Anggota DPD Jawa Tengah, Abdul Kholik, menyoroti ketertinggalan ekonomi kawasan Jawa Tengah Selatan (Jasela) dibanding Pantura.
Ia mendorong Pemprov Jateng mengambil tindakan cepat untuk mengurangi kesenjangan dengan mengembangkan pusat pertumbuhan ekonomi baru. Sektor perikanan dan Pelabuhan Samudra Cilacap disebut sebagai potensi utama yang bisa mendorong ekonomi Jasela. Dibawah ini akan membahas secara detail dan lengkap hanya di KDMP Rubaya.
DPD Soroti Kesenjangan Ekonomi Jasela, Minta Perhatian Pemprov
Anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Jawa Tengah, Abdul Kholik, menyoroti kondisi ekonomi di kawasan Jawa Tengah Selatan (Jasela) yang meliputi Purworejo, Kebumen, dan Cilacap. Menurut Kholik, ekonomi di wilayah ini masih tertinggal jika dibandingkan dengan Pantura.
“Faktanya memang hari ini kita masih menghadapi kesenjangan yang cukup tinggi antara Pantura dan Jasela. Saya sering menggambarkan paling mudah dilihat dari angka kemiskinannya,” ujar Kholik kepada wartawan, Senin (12/1/2026). Hal ini menurutnya menjadi perhatian penting agar pembangunan di Jawa Tengah bisa merata.
Kholik menekankan perlunya akselerasi pembangunan dan pengembangan pusat pertumbuhan ekonomi baru di Jasela. Ia meminta Pemerintah Provinsi Jawa Tengah memberikan perhatian khusus, agar kesenjangan ekonomi antara Pantura dan Jasela bisa dipangkas, serta pertumbuhan ekonomi lebih inklusif.
Perikanan Jadi Motor Penggerak Ekonomi
Menurut Kholik, salah satu potensi ekonomi di Jasela yang dapat dikembangkan adalah sektor maritim, terutama perikanan dan produksi garam. Berdasarkan hasil ekspedisi Maritim Jasela, potensi perikanan tangkap merata mulai dari Purworejo hingga Cilacap. Meski skala produksi di Purworejo dan Kebumen lebih kecil dibanding Cilacap, peluang pengembangan ekonomi di sektor ini cukup besar.
“Potensi perikanan tangkap itu merata mulai dari Purworejo sampai ke Cilacap. Memang skalanya berbeda-beda, tetapi potensinya sebenarnya cukup besar,” jelas Kholik. Dengan pengelolaan yang baik, sektor ini bisa menjadi sumber pertumbuhan baru bagi ekonomi selatan Jawa Tengah.
Kholik menambahkan, Cilacap memiliki posisi strategis sebagai simpul utama pengembangan ekonomi maritim. Keberadaan Pelabuhan Perikanan Samudra Kelas I di Cilacap menjadi kunci untuk mendorong industri hilirisasi perikanan dan meningkatkan nilai tambah bagi wilayah selatan secara keseluruhan.
Baca Juga: DPR Dorong Pembentukan Lembaga Khusus Perubahan Iklim Untuk Genjot Pasar Karbon Nasional
Pelabuhan Cilacap Kunci Perekonomian Jasela
Volume produksi perikanan di Pelabuhan Perikanan Samudra Cilacap tercatat mencapai 110.000 ton per tahun. Angka ini menunjukkan potensi ekonomi yang sangat besar, terutama jika diikuti dengan pengelolaan dan pengolahan industri hilir yang tepat. Nilai tambah dari sektor ini diharapkan dirasakan secara merata mulai dari Cilacap.
“Itu angka yang sangat besar, artinya potensi itu kalau bisa dikelola, nanti ekspor dari Cilacap, kemudian industri hilirisasinya juga di sini, maka nilai tambahnya akan dirasakan secara luas untuk wilayah selatan,” kata Kholik. Dengan strategi pengembangan yang tepat, sektor perikanan bisa menjadi penggerak utama ekonomi Jasela.
Kepala Pelabuhan Perikanan Samudra Cilacap, Imas Masriah, menambahkan bahwa pemerintah pusat tengah mengembangkan pelabuhan agar daya tampung kapal yang bersandar bisa lebih banyak. Hal ini diharapkan memperlancar distribusi hasil tangkapan dan mendukung kegiatan ekspor perikanan secara lebih maksimal.
Strategi Akselerasi Pembangunan Jasela
Abdul Kholik menekankan pentingnya pembangunan infrastruktur dan pusat ekonomi baru untuk mengurangi ketimpangan antara Pantura dan Jasela. Ia menilai jika tidak ada perhatian khusus dari pemerintah provinsi, wilayah selatan Jawa Tengah akan terus tertinggal dalam hal ekonomi.
Selain pengembangan sektor perikanan, Kholik juga menyarankan agar pemerintah mendukung sektor lain seperti pariwisata, industri hilir, dan UMKM. Pendekatan ini diharapkan mendorong pertumbuhan ekonomi inklusif dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat di seluruh kawasan Jasela.
Ia menegaskan bahwa akselerasi pembangunan harus berbasis potensi lokal, sekaligus memperhatikan kelestarian sumber daya alam. Dengan sinergi pemerintah pusat, provinsi, dan masyarakat, Jasela diharapkan mampu mengejar ketertinggalan dan menjadi kawasan pertumbuhan ekonomi baru. Terus update dirimu dengan informasi menarik setiap hari, eksklusif dan terpercaya di KDMP Rubaya.
Sumber Informasi Gambar:
- Gambar Pertama dari regional.kompas.com
- Gambar Kedua dari indoraya.news