MUI akan revitalisasi 500 rumah guru ngaji dan marbut terdampak bencana Sumatera sebagai bentuk perhatian dan bantuan nyata.
Menyusul bencana yang melanda sejumlah wilayah di Sumatera, MUI mengambil langkah nyata dengan merencanakan revitalisasi 500 rumah bagi guru ngaji dan marbut yang terdampak. Langkah ini tidak hanya membantu tempat tinggal mereka, tapi juga menunjukkan kepedulian terhadap pendidikan dan kesejahteraan umat.
KDMP Rubaya berikut mengulas rencana revitalisasi ini lebih detail, termasuk proses pelaksanaannya dan harapan bagi penerima manfaat.
MUI Siapkan Revitalisasi Masjid Terdampak Bencana
Majelis Ulama Indonesia (MUI) akan melakukan revitalisasi masjid di tiga provinsi, yakni Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat, yang rusak akibat bencana banjir bandang. Program ini akan menggunakan donasi yang telah terkumpul melalui panitia pengukuhan dan ta’aruf pengurus MUI 2025-2030.
Ketua MUI Bidang Penanggulangan Bencana, Nusron Wahid, menyampaikan rencana tersebut pada Sabtu (7/2/2026) di Masjid Istiqlal. Ia menjelaskan revitalisasi masjid menjadi salah satu bentuk tanggung jawab MUI terhadap umat terdampak bencana.
Donasi yang terkumpul akan difokuskan pada rehabilitasi masjid yang benar-benar membutuhkan perbaikan agar dapat kembali digunakan untuk ibadah. Langkah ini menjadi wujud kepedulian MUI dalam pemulihan fasilitas keagamaan pascabencana.
Revitalisasi 500 Rumah Guru Ngaji Dan Marbut
Selain masjid, MUI juga menargetkan revitalisasi 500 rumah milik guru ngaji dan marbut masjid di ketiga provinsi tersebut. Ratusan rumah ini selama ini menjadi tempat tinggal para tenaga pendidikan agama yang terdampak bencana.
Nusron Wahid menekankan bahwa guru ngaji dan marbut adalah garda depan pendidikan dan kegiatan keagamaan di masyarakat. Bantuan ini diharapkan meringankan beban mereka dan memastikan kegiatan belajar mengajar tetap berjalan.
Proses revitalisasi rumah akan menggunakan dana donasi yang telah dikumpulkan melalui pengukuhan pengurus 2025-2030. Setiap rumah akan diperbaiki sesuai kebutuhan agar layak huni dan aman.
Baca Juga: Komisi XIII Tegaskan! Satgas Terpadu Harus Tindak Tegas TPPO Dan TPPM Di Laut Dumai!
Donasi Sebagai Wujud Kepedulian Umat
Nusron menjelaskan bahwa donasi yang terkumpul merupakan bentuk kepedulian kolektif umat Islam di Indonesia. Setiap sumbangan, baik dari individu maupun kelompok, dikumpulkan untuk memastikan bantuan bisa tepat sasaran.
Ia menekankan pentingnya partisipasi masyarakat dalam kegiatan sosial pascabencana. Selain pemerintah, peran organisasi keagamaan seperti MUI sangat krusial dalam meringankan penderitaan warga terdampak.
Melalui langkah ini, MUI berharap umat terdampak bisa segera kembali menjalankan aktivitas ibadah dan pendidikan tanpa hambatan. Bantuan ini juga menjadi simbol solidaritas antarumat di tengah masa sulit.
Tanggung Jawab Bersama Dalam Penanggulangan Bencana
Nusron menegaskan bahwa penanggulangan bencana bukan hanya tugas pemerintah, tetapi tanggung jawab seluruh masyarakat, termasuk MUI. Pihaknya berkomitmen untuk mendukung pemulihan pascabencana melalui program rehabilitasi fasilitas ibadah dan rumah tinggal.
Pendekatan ini dianggap lebih efektif karena MUI memiliki akses langsung ke komunitas yang terdampak. Mereka juga memahami kebutuhan prioritas yang harus segera dipenuhi.
Selain fisik, MUI juga memberikan dukungan moral bagi warga terdampak. Kehadiran tim MUI di lapangan menjadi semacam motivasi dan bantuan psikologis bagi para korban.
Harapan MUI untuk Pemulihan Dan Kemanfaatan Umat
Program revitalisasi ini diharapkan dapat memberikan kemanfaatan nyata bagi umat, khususnya guru ngaji dan marbut. Nusron menyebut langkah ini sebagai bentuk tanggung jawab sosial dan keagamaan, sekaligus memfasilitasi pemulihan komunitas pascabencana.
Ke depannya, MUI berencana terus memonitor proses revitalisasi agar bantuan tepat sasaran. Program ini juga diharapkan menjadi model bagi organisasi keagamaan lain dalam menanggulangi dampak bencana.
Dengan adanya dukungan ini, diharapkan aktivitas keagamaan dan pendidikan Islam di wilayah terdampak bisa segera pulih, sekaligus memperkuat solidaritas antarumat.
Sumber Informasi Gambar:
- Gambar Pertama dari news.detik.com
- Gambar Kedua dari gorontalo.antaranews.com