Wakil Ketua DPRD Sumut menyambut baik komitmen TPID untuk menjaga stabilitas harga kebutuhan jelang Ramadhan dan Idul Fitri.
Menjelang bulan suci Ramadhan dan Hari Raya Idul Fitri, masyarakat Sumatera Utara (Sumut) mulai merasakan perubahan harga kebutuhan pokok. Untuk memastikan inflasi terkendali, Wakil Ketua DPRD Sumut menyambut baik komitmen Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) dalam menjaga stabilitas harga.
Dibawah ini akan membahas secara detail dan lengkap hanya di KDMP Rubaya.
Komitmen TPID Sumut Dalam Menjaga Harga
TPID Sumut telah menegaskan komitmennya untuk memantau dan menstabilkan harga kebutuhan pokok menjelang Ramadhan dan Idul Fitri. Tim ini berfokus pada koordinasi dengan dinas terkait, pedagang, distributor, hingga pelaku usaha agar rantai pasokan tetap lancar.
Langkah-langkah yang dilakukan termasuk memantau harga bahan pokok di pasar tradisional maupun modern. TPID juga mengidentifikasi komoditas yang berpotensi naik signifikan, sehingga bisa dilakukan intervensi lebih awal.
Selain itu, TPID bekerja sama dengan Bulog dan pihak swasta untuk memastikan stok pangan tersedia. Dengan begitu, masyarakat tidak perlu khawatir kekurangan kebutuhan pokok atau menghadapi lonjakan harga yang terlalu tinggi.
Dukungan DPRD Sumut
Wakil Ketua DPRD Sumut menyatakan dukungannya terhadap TPID dan menekankan pentingnya pengawasan bersama. Menurutnya, stabilitas harga bukan hanya tugas pemerintah daerah, tetapi juga tanggung jawab legislatif untuk mengawasi dan memberikan masukan.
“Kami akan terus mendorong TPID agar langkah-langkah penstabilan harga berjalan efektif. DPRD juga siap menampung aspirasi masyarakat terkait kenaikan harga,” ujarnya.
Lebih lanjut, DPRD menekankan perlunya transparansi dalam distribusi bahan pokok agar masyarakat mengetahui stok dan harga yang berlaku. Hal ini dinilai bisa mencegah spekulasi dan praktik penimbunan yang kerap membuat harga melonjak.
Baca Juga: Prabowo Tegaskan: Di Tengah NU, Saya Lebih Berani Membela Rakyat
Strategi Stabilitas Harga
Salah satu strategi utama TPID adalah penguatan distribusi bahan pokok dari daerah penghasil ke pusat konsumsi. Misalnya, beras, minyak goreng, dan gula harus dipastikan tersedia di pasar lokal dengan harga wajar.
TPID juga menerapkan sistem pemantauan harga berbasis teknologi untuk mengetahui fluktuasi secara real-time. Dengan begitu, langkah-langkah antisipatif bisa dilakukan lebih cepat.
Selain itu, TPID mengadakan operasi pasar dan bazar murah di beberapa daerah. Program ini bertujuan menekan harga dan membantu masyarakat memperoleh bahan pokok dengan harga lebih terjangkau.
Peran Aktif Masyarakat
Wakil Ketua DPRD Sumut juga mengingatkan masyarakat untuk berperan aktif dalam menjaga stabilitas harga. Masyarakat diimbau melaporkan jika ada praktik penimbunan atau harga yang tidak wajar di pasaran.
Selain itu, kampanye belanja cerdas juga didorong. Dengan membeli sesuai kebutuhan dan memanfaatkan program bazar murah, masyarakat dapat membantu menjaga keseimbangan permintaan dan pasokan.
Partisipasi aktif masyarakat ini dianggap penting karena pengawasan tidak hanya datang dari pemerintah. Kolaborasi antara pemerintah, DPRD, dan masyarakat diyakini bisa menjaga harga tetap stabil hingga Idul Fitri.
Antisipasi Inflasi Pasca-Ramadhan
Selain fokus pada Ramadhan, TPID dan DPRD Sumut juga menyiapkan langkah-langkah pasca-Ramadhan. Inflasi sering meningkat setelah Hari Raya karena permintaan barang kebutuhan tinggi.
Oleh karena itu, TPID merencanakan penguatan stok dan kontrol harga hingga beberapa minggu setelah Idul Fitri. DPRD mendukung langkah ini agar masyarakat tidak terbebani kenaikan harga secara tiba-tiba.
Langkah-langkah ini mencakup koordinasi lebih intensif dengan distributor dan pedagang, serta monitoring ketat terhadap komoditas strategis. Tujuannya jelas: menjaga daya beli masyarakat tetap aman dan stabil.
Terus update dirimu dengan informasi menarik setiap hari, eksklusif dan terpercaya di KDMP Rubaya.
Sumber Informasi Gambar:
- Gambar Utama dari RMol Sumut
- Gambar Kedua dari Madina Pos