Anggota DPR RI, Mujakkir Zuhri, mendorong pariwisata Indonesia di 2026 fokus pada kualitas, keamanan, dan pengalaman berkesan wisatawan.
Anggota DPR RI Komisi VII, Mujakkir Zuhri, mengusung gagasan ambisius untuk pariwisata Indonesia 2026. Ia menekankan pentingnya pariwisata berkualitas yang fokus pada keselamatan, pengalaman berkesan, serta dampak ekonomi dan sosial positif bagi masyarakat, membawa harapan baru bagi industri pariwisata nasional.
Temukan rangkuman informasi menarik dan terpercaya lainnya di bawah ini yang dapat memperluas wawasan Anda hanya di KDMP Rubaya.
Mengedepankan Kualitas Dan Keamanan Wisata
Mujakkir Zuhri menekankan bahwa pariwisata ke depan harus menghadirkan pengalaman yang aman, nyaman, dan berkesan bagi setiap pengunjung. Aspek keselamatan wisatawan harus menjadi perhatian utama bagi semua pihak yang terlibat dalam pengelolaan destinasi. Prioritas ini menjadi fondasi pariwisata yang berkelanjutan.
“Sektor pariwisata harus zero accident dan berkesan. Faktor keselamatan dan kenyamanan perlu terus diperkuat secara kolaboratif,” ujar Mujakkir. Penegasan ini menggarisbawahi perlunya sinergi antarlembaga untuk menciptakan lingkungan wisata yang bebas risiko dan menyenangkan bagi turis.
Pengalaman pahit dari insiden wisatawan di Labuan Bajo menjadi pengingat penting. Kejadian tersebut harus menjadi bahan pembelajaran untuk meningkatkan standar keamanan dan pengawasan di seluruh destinasi. Pelajaran ini krusial untuk memastikan tidak ada lagi korban di masa mendatang dan kepercayaan wisatawan dapat dipulihkan.
Tren Global Dan Strategi Adaptasi Indonesia
Perubahan tren perjalanan wisata global kini mengarah pada pengalaman otentik dan bermakna. Ini menghadirkan tantangan sekaligus peluang emas bagi Indonesia. Dengan strategi yang tepat, peningkatan kualitas pengalaman wisata diharapkan dapat mendorong pertumbuhan kunjungan secara berkelanjutan.
“Pariwisata tidak semata-mata dihitung dari jumlah kunjungan, tetapi bagaimana pengalaman itu dirasakan, kesiapan masyarakat lokal menyambut wisatawan, serta bagaimana manfaat ekonominya kembali ke daerah,” jelas Mujakkir. Perspektif ini mengubah fokus dari kuantitas menjadi kualitas dan keberlanjutan.
Diprediksi, tren pariwisata 2026 akan didominasi wellness tourism, ekowisata, wisata kuliner, budaya otentik, serta pemanfaatan teknologi digital. Tren ini sangat sejalan dengan upaya Indonesia meningkatkan devisa, memberdayakan komunitas lokal, dan memperkuat daya saing global.
Baca Juga: PUSaKO Ingatkan: Efisiensi Anggaran Jangan Jadi Alasan Pangkas Demokrasi
Pentingnya Keterjangkauan Transportasi Dan Sinergi Lintas Sektor
Selain aspek kualitas, Mujakkir juga menyoroti pentingnya menjaga keterjangkauan biaya transportasi, khususnya tiket pesawat. Faktor ini merupakan kunci pendukung mobilitas wisatawan yang seringkali terabaikan, namun sangat vital bagi pertumbuhan pariwisata.
Ia berharap Kementerian Pariwisata dapat terus memperkuat koordinasi lintas sektor dengan berbagai pemangku kepentingan, termasuk sektor transportasi. Sinergi ini krusial untuk menjaga daya saing pariwisata nasional di mata wisatawan domestik maupun mancanegara.
“Keterjangkauan transportasi menjadi salah satu kunci pendukung peningkatan kunjungan. Sinergi yang baik diharapkan mampu menjaga minat wisatawan, baik domestik maupun mancanegara,” pungkasnya. Kolaborasi efektif adalah jaminan untuk menarik lebih banyak kunjungan.
Investasi Jangka Panjang Untuk Kesejahteraan Masyarakat
Politisi Partai Golkar ini menegaskan, “Pariwisata harus dipandang sebagai investasi jangka panjang bagi kesejahteraan masyarakat.” Oleh karena itu, pengembangannya perlu dilakukan secara terarah, aman, dan berkelanjutan, bukan hanya sekadar program sesaat.
Mujakkir optimis, dengan penguatan kualitas, keselamatan, serta kolaborasi berkelanjutan, destinasi unggulan seperti Bali dan daerah wisata lainnya dapat terus berkembang. Hal ini diharapkan akan memberikan kontribusi positif bagi perekonomian daerah maupun nasional secara signifikan.
Visi ini mencerminkan komitmen terhadap pariwisata yang tidak hanya menghasilkan keuntungan ekonomi, tetapi juga memberdayakan masyarakat dan melestarikan budaya serta lingkungan. Ini adalah panggilan untuk menjadikan Indonesia sebagai destinasi wisata kelas dunia yang bertanggung jawab.
Jangan lewatkan update berita seputaran KDMP Rubaya serta berbagai informasi menarik lainnya yang akan memperluas wawasan Anda.
- Gambar Utama dari viva.co.id
- Gambar Kedua pelatihanpariwisata.com